"Sabu di dunia ini asalnya dari Tiongkok, Taiwan, Pakistan, dan sejumlah negara Eropa, semuanya lari ke Indonesia. Bahkan yang di Australia juga pintu masukknya dari Bali dan Yogyakarta," kata Budi Waseso di Palembang.
Ia yang hadir dalam dialog interaktif "Perang Melawan Narkoba" bersama ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah ini, mengatakan berdasarkan peta jalur perdagangan narkotik milik BNN diketahui bahwa sabu itu selalu transit di Malaysia dan Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal itu, soal dugaan negara tetangga turut memuluskan narkotik masuk ke Indonesia, Buwas mengatakan hingga kini belum ada bukti.
Hanya saja, ia tidak menampik dugaan pemerintah Indonesia mengenai adanya suatu desain besar yang ingin menghancurkan generasi muda Indonesia.
"Setiap warga negara asing yang tertangkap selalu negatif jika dites urine, berbeda dengan bandar asal Indonesia yang pasti positif. Ini menunjukkan bahwa pengedar narkoba ini benar-benar ingin merusak generasi muda Indonesia, jika bisa menghilangkan satu generasi," kata Buwas.
Berdasarkan data BNN, terdapat 40-50 orang meninggal setiap hari karena ketergantungan dengan narkotik.
Saat ini Presiden Joko Widodo sudah menyatakan negara dalam darurat narkotik dengan jumlah pengguna aktif mencapai lima juta orang. (antara/sip)