Dari uji coba ini menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, bisa diketahui apakah penghapusan sistem 3 in 1 akan menambah kemacatan atau tidak.
"Selama seminggu kami akan lihat," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/3).
Ahok mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian dalam rencana uji coba ini. Sistem 3 in 1 akan dihapus karena dinilai tak efektif mengurai kemacetan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyindir ulah mereka menjadi joki bahkan ada yang sampai membawa bayi. "Orang (joki) bawa bayi hitungannya dua orang," katanya.
Belum lagi ulah tak bertanggung jawab para joki yang memberi makan obat penenang bayi yang dibawa. Sistem 3 in 1 juga kerap disalahgunakan dengan adanya eksploitasi anak jalanan.
Ahok melanjutkan, jalur utama yang selama ini diberlakukan 3-in-1, akan diganti menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas. Kawasan tersebut di antaranya Jalan Sisimangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Pintu Besar Utara, Jalan Hayam Wuruk, dan sebagjan Jalan Gatot Subroto sampai persimpangan Jalan HR Rasuna Said.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan akan menggelar sosialisasi. Forum giat lalu lintas juga akan digelar Kamis, 31 Maret 2016 untuk merumuskan langkah selanjutnya dan menampung aspirasi. Kemudian, rapat koordinasi akan dilakukan pada Jumat 1 April 2016.
"Dalam rangka penerapan Ujicoba penghapusan 3 in 1 akan dikeluarkan SK Kadishub terkait ujicoba penghapusan kawasan 3 in 1 dan akan disusun draft Pergub tentang penghapusan pengendalian kawasan lalin (3 in 1)," kata Andri. (sur)