Seperti diberitakan Antara, Luhut beserta rombongan delegasi tiba di Bandar Udara Internasional Nausori, Rabu malam (30/3), setelah terbang lebih dari enam jam dari Jayapura dengan menumpang pesawat Boeing 737-400 TNI-AU.
Berdasarkan agenda kunjungan yang diterima Antara, pada Kamis pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 06.00 WIB, Luhut dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Fiji J.V. Bainimarama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kantor perdana menteri Fiji, Luhut dan anggota delegasi melakukan pertemuan dengan menteri pembangunan pertanian, perdesaan, dan maritim serta penanggulangan bencana nasional Fiji.
Setelah itu, Luhut dan para anggota delegasi RI dijamu makan siang oleh Menteri Luar Negeri Fiji Ratu Inoke Kubuabola, sebelum meninggalkan Suva menuju Papua Nugini.
Luhut sebelumnya mengatakan di Jayapura, Senin, bahwa Indonesia berkomitmen memperkuat hubungan bilateralnya dengan negara-negara di kawasan negara-negara di Pasifik Selatan sebagai bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia.
"Sekarang kami ingin hubungan lebih baik dengan negara-negara di Pasifik Selatan," kata Luhut.
Luhut mengatakan kunjungan delegasi RI ke Republik Fiji pada 30-31 Maret itu dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan senilai US$5 juta, berupa dana senilai US$2 juta dan berbentuk barang US$3 juta. Bantuan itu diberikan untuk membantu para korban topan Winston yang menghantam wilayah negara itu Februari lalu.
"Saya juga membawa surat Presiden Joko Widodo untuk Perdana Menteri J.V. Bainimarama," katanya.
Selain memberikan bantuan senilai US$5 juta, Indonesia juga akan mengirim satu kompi pasukan zeni TNI-AD guna membantu proses rekonstruksi pasca-bencana topan kategori 5 itu. (gil)