"Autopsi terhadap almarhum Siyono baru pertama kali dilakukan. Ada sejumlah bekas luka benda tumpul di beberapa bagian tubuh yang nanti akan diuji di laboratorium. Ada beberapa patah tulang," kata Maneger kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/3).
Sayangnya, Maneger tak bisa mengungkapkan penyebab temuan tersebut. Ia mengaku penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dan tak bisa langsung diungkap ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, selama proses tersebut berlangsung, warga sekitar juga turut membantu dan disaksikan oleh jajaran TNI dan Kepolisian Klaten. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar mengatakan autopsi berlangsung lancar dengan bantuan warga sekitar.
"Warga membantu dan semua berjalan lancar. Saya belum bisa jawab (hasil autopsi) dan tadi sudah dijelaskan dokter di tempat kejadian perkara, selengkapnya akan disampaikan langsung oleh dokter Hari Minggu depan," katanya.
Siyono meninggal dunia di RS Bhayangkara Yogyakarta usai dibawa Densus 88 untuk mencari senjata api yang diduga miliknya pada Sabtu (12/3). Menurut keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Agus Rianto beberapa waktu lalu, Siyono meninggal setelah sempat berkelahi dengan polisi. (gir)