Ahok lantas mengemukakan alasan kenapa dia ingin kontribusi bagi para pengembang dinaikkan. "Saya mau membatalkan reklamasi tak bisa, mau ambil alih tak bisa, jadi saya mintai uang saja," kata dia di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Senin (4/4).
Uang yang diminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari para pengembang, ujar Ahok, bukanlah uang pribadi yang akan masuk ke kantong pribadi. Menurut dia, uang itu adalah uang resmi yang akan masuk ke kas daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyebut angka 15 persen itu bukan muncul begitu saja, melainkan sudah melalui penghitungan dari tim ahli. Oleh sebab itu dia merasa angka itu bukan suatu hal yang memberatkan bagi para pengembang.
Ahok mengatakan semua hal terkait reklamasi harus diatur dalam Perda baru agar para pengembang tidak bisa lagi bermain dengan uang yang berujung pada kekalahan Pemprov DKI Jakarta jika digugat ke pengadilan.
"Fasilitas umum dan fasilitas sosial saja sudah saya naikkan lagi harus dapat 40 persen. Kalau ini tak diatur jelas, bisa-bisa pengembang nakal dan di pengadilan (kami) kalah lagi," kata Ahok.