Taufik mengatakan, pernyataan Basuki yang seolah-olah menyebutkan bahwa persoalan utama rancangan peraturan daerah (raperda) adalah terkait kontribusi tambahan tidaklah benar.
“Kalau masalah besaran kontribusi tambahan silakan. Jadi yang kami permasalahkan adalah soal izin. Perda itu mau mencantumkan izin tetapi kami tidak mau,” kata Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polemik mengenai dua raperda terkait reklamasi muncul setelah pembahasan rancangan aturan tersebut tak kunjung rampung. Anggota Badan Legislasi DPRD Gembong Warsono menyebut, ada dua pasal yang membuat pembahasan raperda berjalan alot.
Kedua pasal tersebut yaitu pasal mengenai kewenangan perizinan oleh Pemprov DKI dan klausul tentang kontribusi tambahan yang dibebankan kepada pengembang. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama ini juga keberatan dengan pemberian izin reklamasi yang diberikan Pemprov DKI kepada sejumlah pengembang. (rdk)