Batik Air: Pilot Sudah Berusaha Menghindar

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 05/04/2016 15:18 WIB
Batik Air: Pilot Sudah Berusaha Menghindar Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait (dua dari kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Lion Air, Jakarta, Selasa (5/4) terkait insiden tabrakan yang menimpa Batik Air Senin (4/4). (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menuturkan, pilot pesawat Batik Air yang terlibat insiden dengan pesawat Transnusa di landas pacu (runaway) Bandara Halim Perdanakusuma, Senin kemarin, telah menjalankan seluruh standar operasional prosedur penerbangan.

"Ketika sudah berada pada posisi tinggal landas (take off), artinya sudah jalan, sudah diizinkan untuk clear for take off sesuai dengan prosedur," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/4).

Saat hendak meninggalkan landas pacu, kata Edward, pilot Batik Air melihat pesawat Transnusa sedang ditarik untuk dipindahkan. Edward berkata, pilot Batik Air itu pun sudah memprediksi senggolan.


"Pilot sudah berusaha untuk menghindar dan memberhentikan pesawat. Senggolan tak bisa dihindari tapi pesawat dapat diberhentikan," tuturnya.

Akibat insiden tersebut, sayap kiri pesawat Batik Air bernomor registrasi PK-LBS jenis Boeing 737-800 Next Generation itu menabrak ekor pesawat Transnusa dan menimbulkan percikan api.
Edward mengatakan, pihaknya juga telah mengevakuasi penumpang sebagaimana diatur prosedur yang berlaku. "Sudah sesuai dengan standar seperti latihan," ujar Edward.

Ketika insiden itu terjadi, pesawat Batik Air membawa 56 orang, terdiri dari 48 penumpang dewasa dan satu penumpang anak-anak serta tujuh awak kabin.

Edward berkata, pihaknya melarikan tiga penumpang yang mengalami shock ke rumah sakit.
Akibat insiden itu pula, penerbangan pesawat bernomor penerbangan ID 7703 yang hendak terbang ke Bandara Hasanuddin, Makassar, itu dibatalkan. Manajemen Batik Air memberi kebebasan kepada penumpang untuk melanjutkan penerbangan.

Sebanyak 33 penumpang sudah terbang sejak pagi tadi dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Enam penumpang lain memilih berangkatkan sore ini, sementara sepuluh lainnya membatalkan keberangkatan.

Edward memaparkan, saat ini pesawat Batik Air yang mengalami insiden itu telah diparkir di apron Bandara Halim Perdanakusuma. Manajeman Batik Air menantikan pemeriksaan eksternal dan internal sebelum menggelar perbaikan komponen pesawat. (abm/utd)