"Di Natuna itu masih ada (kapal pencuri ikan) karena sedang musim," kata Susi kemarin.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sepanjang tahun ini sudah menenggelamkan total 174 kapal asing pencuri ikan. Meski demikian bukan berarti kapal-kapal ilegal itu tak lagi masuk ke perairan yang rawan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marak itu pasti, tapi tak separah dulu. Dulu itu sampai Raja Ampat saja ada kapal dari Vietnam," kata Susi.
Kemarin Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali meledakkan kapal ikan asing yang tertangkap sedang mencuri ikan di perairan Indonesia. Untuk peledakan kali itu, kementerian menghancurkan 23 kapal di tujuh lokasi berbeda.
Lantaran peledakan dilakukan di tujuh tempat berbeda, Susi selaku Komandan Satuan Tugas 115 memberikan perintah peledakan melalui video conference dengan anak buahnya yang ada di tujuh tempat tersebut.
Tujuh lokasi yang dijadikan tempat peledakan dan penenggelaman kapal adalah Batam, Riau, Aceh, Tarakan, Belawan, Pontianak, dan Kepulauan Riau.
Rincian kapal yang ditenggelamkan ialah lima kapal ditenggelamkan di Batam (empat kapal Malaysia dan 1 Vietnam), dua kapal Malaysia diledakkan di Tarempa Riau, tiga kapal Malaysia dihancurkan di Langsa Aceh, dua kapal Malaysia diledakkan di Tarakan, satu kapal Malaysia di Belawan Sumatera Utara, dua kapal Vietnam ditenggelamkan di Pontianak, dan delapan kapal Vietnam diledakkan di Ranai Kepulauan Riau.