Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang menjadi pemimpin rapat mengatakan penentuan bulan penyelenggaraan munaslub setelah dirinya dan Wakil Ketua Umum Agung Laksono bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
"Saudara-saudara sekalian setelah saya mencocokan dengan presiden, waktu yang tepat untuk munaslub pada tanggal 7 Mei," kata Aburizal di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil rapat pengurus harian mengusulkan Penanggung Jawab munaslub adalah Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Ketua Panitia Pelaksana Theo Sambuaga, Ketua Steering Comittee (SC) Nurdin Halid, Sekretaris SC Agun Gunandjar, dan Ketua Organizing Comittee Zainudin Amali.
Sebelum rapat pleno, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham telah menyerahkan susunan pengurus Partai Golkar ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dia berharap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly agar mensahkan kepengurusan hasil Musyawarah Nasonal di Bali yang sudah mengakomodir kubu Agung Laksono.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid sebelum rapat digelar menjelaskan, dengan digunakannya Munas Bali sebagai dasar, maka SK kepengurusan Munas Riau tidak lagi berlaku.
Nurdin menambahkan, dalam kepengurusan Munas Bali yang akan disahkan, sudah mengakomodasi 80 persen kepengurusan Golkar Munas Ancol. "Sehingga setelah Putusan MA, Menkumham menerbitkan SK Munas Bali. SK Munas Riau akan gugur dengan sendirinya," kata Nurdin. (sip)