Sunny berada di ring satu Ahok sejak mantan bupati Belitung Timur itu menjadi Anggota DPR RI pada tahun 2010. Sunny awalnya ingin mengkaji gaya politik Ahok yang cenderung blak-blakan.
Pada saat itu, Sunny masih aktif sebagai peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Ahok mencalonkan diri menjadi calon wakil gubernur, berpasangan dengan Joko Widodo untuk maju dalam gelaran Pilkada DKI Jakarta 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Ahok dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sunny kerap berkantor di Balai Kota DKI Jakarta.
"Dia itu bekerja sama Peter Sondakh setelah keluar dari CSIS," katanya.
Menurut Ahok, Sunny dekat dengan sejumlah konglomerat termasuk taipan minyak kelapa dan ekspor kayu Peter Sondakh, bos PT Sinar Mas Franky Wijaya, dan bos Lippo Mochtar Riady.
"Dia dekat sama Lippo. Dia sepupu menantunya Eka Tjipta Widjaja (pendiri Sinar Mas Group, ayah Franky Wijaya)," kata Ahok.
"Ibu Megawati berpikir Sunny yang memprovokasi saya untuk eksperimen. Saya juga suka cerita, 'Wah gue ini kelinci percobaan lu ya? Yang ngomporin gue ya?'," katanya.
Eksperimen yang dimaksud yakni saat Ahok menjadi objek penelitian untuk disertasi doktoral Sunny yang bersekolah di Universitas Northern Illinois di Amerika Serikat.
"Ya, Sunny monitor saya ke Pilgub 2017," katanya.
Nama Sunny mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan suap raperda yang berkaitan dengan proyek reklamasi di pesisir utama Jakarta. Kasus itu menyeret Ketua DPRD D DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk Ariesman Widjaja.
Anak perusahaan Agung Podomoro, PT Muara Wisesa Samudra, menggarap proyek reklamasi Pulau G. Sementara itu, anak perusahaan PT Agung Sedayu Group, PT Kapuk Naga Indah, menggarap proyek reklamasi Pulau A hingga E.
Menurut sumber CNN Indonesia.com, KPK telah menyadap telepon seluler Sunny dan menemukan ada komunikasi antara Sunny dengan bos PT Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.
Menurut sumber, Sunny mengatur pertemuan antara Aguan dan Ahok melalui telepon tersebut. Terkait pertemuan, Ahok tak membantah Sunny pernah diajak bertemu dengan pengembang Real Estate Indonesia (REI).
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas kewajiban pengembang membayar kontribusi tambahan agar bisa menggarap proyek reklamasi pulau. "Sunny tahu tentang reklamasi, dia ketemu pengusaha dan sering ikut dengar bagaimana respons pengusaha terhadap saya," ucap Ahok. (abm)