Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai ancaman demo itu tak lepas dari politisasi yang diduga digerakkan politikus PDI Perjuangan Pramono Anung. Dugaan itu menurut politikus PKB Nihayatul Wafiroh sangatlah berdasar. Pasalnya, demontrasi pertama yang dilakukan eks PNPM Mandiri di depan istana negara beberapa waktu, justru politikus PDIP yang sangat proaktif menerima mereka.
"Coba perhatikan demo yang dilakukan pertama oleh eks PNPM di depan Istana, yang proaktif politikus PDIP seperti Pramono Anung Cs. Aksi ratusan orang itu diterima oleh Pramono saat Presiden Jokowi tak ada di Istana. Kedua, mereka lalu ke DPR saat reses. Dan yang nerima mereka juga politikus PDIP Diah Pitaloka dan Alex Lukman," ujar Nihayah yang juga anggota DPR RI dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (8/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Jazilul Fawaid menilai ada elit parpol yang menekan Presiden Jokowi untuk melakukan perombakan kabeniet. Bahkan elit itu kata dia, terkesan ingin mendikte Presiden Jokowi.
Gayung bersambut, usai ditemui Seskab Pramono, para pendemo diterima oleh anggota fraksi PDIP Diah Pitaloka dan Alex Lukman di Senayan, meski waktu itu lagi reses. Koordinator demonstrasi itu bahkan mengaku bahwa aksinya atas inisiatif politisi PDIP. Selain Pramono Anung dan Diah Pitaloka, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko pun jauh-jauh hari ikuti memobilisasi eks pendamping PNPM di beberapa daerah di Jawa Tengah.