Hal itu dikatakan Romy dalam pidato politiknya di penututap Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Minggu (10/4).
"Ayahanda JK dulu pendiri PPP di Sulawesi Selatan. Barangkali pak Wakil Presiden berkenan dan bersedia untuk diajak ke PPP ini," kata Romy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Erwin Aksa siapa tahu mau jadi Bendahara Umum PPP. Karena nanti kalau mati ditanya Tuhan, enggak ada itu jawab kiblatnya pohon beringin (Partai Golkar)," ucap Romy.
Karenanya, pemilihan secara aklamasi tidak mengurangi legitimasi Romy sebagai Ketua Umum. "Bukan soal siapa pemimpinnya tapi gimana cara memimpinnya," tuturnya.
Sebagai Ketua Umum yang telah diamanatkan untuk memimpin PPP, Romy yakin dirinya akan membuat PPP menempati posisi ke tiga pada Pemilu 2019."Itu target kami. Pasti bisa," ujarnya.
Muktamar VIII PPP digelar sejak Jumat (8/4). Romy kembali terpilih secara aklamasi pada Muktamar hari ke dua PPP, Sabtu (9/4). (bag)