“Tidak benar ada penangkapan atas inisial WN. Saya sudah menanyakan ke semua jajaran Polisi DIY. Tidak ada penangkapan atas nama menantu Sultan,” kata Any ketika dihubungi, Ahad (10/4).
Sebelumnya beredar kabar bahwa WN tertangkap tengah melakukan pesta sabu di sebuah lokasi di Sleman. Penangkapan dilakukan oleh aparat Polda DIY. Kepastian tidak adanya penangkapan juga ditegaskan Kepala Humas BNN Kombespol Slamet Pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet sendiri mengaku sedang berada di Jakarta. Ia memastikan apabila ada penangkapan BNN pasti akan memberi kabar kepada awak media. “Pasti akan kabari,” katanya.
Luhut berkata, Kalapas atau Karutan adalah wajah depan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pemimpin lapas dan rutan harus memberi contoh kepada anak buahnya agar tidak turut terjebak melakukan tindak pidana narkotik.
Salah satunya kata Luhut, Kalapas dan Karutan tidak tergiur dengan permainan uang dari bisnis narkotik, dan tidak menunjukan gaya hidup yang glamor. Dengan demikian, lanjutnya, anak buah pun akan mencontoh perilaku pemimpinnya dan tidak terjebak dalam tindakan penyalahgunaan atau pidana narkotika.
"Peran-peran Kalapas dan Karutan penting. Kalau kepemimpinan Anda baik, ini bisa diselesaikan," ujar Luhut. (bag)