Meskipun tidak seluruh data autopsi dapat dipublikasikan, pengumuman itu merupakan bagian dari komitmen kedua lembaga untuk membuka hasil pemeriksaan jenazah Siyono secara transparan
"Kami akan mengungkap itu secara transparan kepada publik," kata Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan sebelumnya, Siyono tewas setelah diduga berkelahi dengan personel Detasemen Khusus Antiteror 88. Siyono disebut tewas di dalam mobil unit khusus Polri itu.
Setelah kematian Siyono, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Propam) telah memeriksa tujuh saksi.
"Khusus Densus ada tujuh orang yang saya periksa, termasuk dua anggota yang mengawal dan menyupir," kata Kepala Divisi Propam Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan.
Mantan Kapolda Jawa Barat itu memastikan akan ada sidang kode etik dan profesi untuk mengadili anggota Densus 88 yang mengawal Siyono itu, meski belum menyebutkan waktunya. "Mereka tidak profesional," kata Iriawan. (abm)