"Dengan dalih kunjungan keluarga, mereka malah menyampaikan informasi dan perencanaan di sana," kata Tito di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/4).
Lihat juga:BNPT: 13 Terduga Teroris Sebut Nama Siyono |
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja BNPT bersama Komisi III DPR. Rapat pagi ini merupakan kali pertama Tito rapat bersama komisi hukum DPR sebagai Kepala BNPT.
Dia menceritakan, insiden Bom Thamrin pada 14 Januari lalu terjadi karena dikoordinasikan di Nusa Kambangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Luhut Minta Lapas Manusiakan Napi |
Bekas Kapolda Metro Jaya ini juga mengusulkan, lapas itu nantinya memiliki sistem keamanan dan pengawasan yang ketat.
"Sehingga dibatasi komunikasinya terutama napi berisiko tinggi," ujar dia.
Pada 22 Februari, Saud menyebutkan, sebanyak 204 tahanan perkara terorisme ditahan di 47 lembaga permasyarakatan yang terletak di 13 provinsi. Menurutnya, pemisahan tersebut perlu dilakukan agar tahanan yang sudah kooperatif tidak lagi dipengaruhi tahanan yang masih radikal terorisme. (sur)