Dari enam blok yang ada di Rusun Rawa Bebek, dua unit rusun menjadi jatah warga Pasar Ikan, yakni di Blok A dan F. Kondisinya, menurut mereka, jauh dari memuaskan.
Sebagian warga pasar Ikan merasa terpaksa tinggal di rusun itu. Mereka mengatakan tak punya pilihan lain. Hal itu misalnya dikemukakan oleh Cici yang tak betah di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unit rusun pun, kata Cici, tak sesuai harapan karena tak memiliki kamar tidur maupun dapur untuk memasak. Tak ada sekat yang membagi ruangan dalam unit rusun berukuran 4 x 6 meter itu.
Jika ingin memasak, Cici mesti keluar menuju dapur yang berada di lorong unit rusun. Ruangan yang disebut dapur ini adalah lahan seadanya yang diberi kawat besi sebagai pembatas dengan dapur penghuni unit rusun lainnya.
Rusun Rawa Bebek, kata Cici, memang ditujukan untuk pekerja yang masih lajang. Itu sebabnya tiap unit rusun dibangun hanya untuk ditinggali satu atau dua orang.
Cici yang sebelumnya mempunyai 16 unit kontrakan di Pasar Ikan kini harus kehilangan salah satu sumber pendapatannya itu.
"Dulu saya punya kontrakan sampai 16 kamar. Tapi sekarang kena gusur semua, hilang sudah penghasilan saya," ucap Cici.
Dari tiap unit kontrakan, Cici bisa memperoleh Rp300 ribu setiap bulannya. Namun saat ini kondisi berbalik bagi Cici. Dia harus membayar unit rusun yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. Belum lagi biaya air dan listrik yang harus ia tanggung di luar biaya sewa.
"Tiga bulan awal sih gratis, setelah itu bayar sewa Rp300 ribu per bulan. Bingung bayarnya pakai apa karena pemasukan enggak ada," kata Cici.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Rusun Rawa Bebek Haerun mengatakan rusunnya sejak awal memang dibangun bagi pekerja lajang, bukan berkeluarga.
"Wajar kalau ukuran unitnya tidak sesuai untuk keluarga. Keluhan (warga Pasar Ikan) rata-rata begitu, sempit," ujar Haerun.
Menurut Haerun, warga Pasar Ikan hanya sementara menempati Rusun Rawa Bebek. Akhir Desember 2016 nanti warga akan dipindahkan ke rusun bagian belakang yang ukurannya lebih luas dan ditujukan bagi keluarga.
"Sekarang pembangunan rusun (bagian belakang) masih berjalan. Mudah-mudahan Desember warga sudah bisa pindah dan menempati unit rusun yang lebih luas," kata Haerun. (agk)