"Bisa jadi salah satu opsi, tapi Umar sudah lama tidak di sana. Hampir lima tahun meninggalkan sana," ujar Tito di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/4).
Menurutnya, suasana di Filipina dan jaringan Abu Sayyaf bisa berubah dalam kurun waktu lima tahun. Umar Patek disebut memiliki hubungan dengan kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pahami jaringan terorisme di sini dan di sana. Kami enggak punya cabang officer di Filipina," kata bekas Kepala Densus 88.
Wacana pelibatan Umar sebelumnya muncul dalam pemberitaan koran Australia, The Australian, Rabu (6/4). The Australian mengutip pernyataan staf ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Wawan Purwanto. Nantinya, pemerintah memberikan remisi kepada Umar atas bantuan yang diberikan.
Saat masih aktif di Jamaah Islamiyah, Umar disebut berhubungan dengan gembong teroris asal Malaysia, Noordin Mohammad Top. Umar divonis bersalah atas keterlibatannya pada Bom Bali I tahun 2002.
Tahun 2012 lalu, pengadilan memvonis Umar dengan hukuman penjara 20 tahun. Sebelum upaya penegakan hukum berjalan, Umar sempat menjadi buron internasional. Amerika Serikat menjanjikan uang $US1 juta bagi siapapun yang menemukannya. (bag)