"Dengan membaca basmalah, saya nyatakan siap dan maju sebagai calon ketua umum Golkar," kata Priyo di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (14/4).
Priyo berjanji, jika terpilih dirinya akan menghidupkan kembali jejaring purnawirawan TNI, Polri dan eks birokrat untuk masuk ke dalam kepengurusan. Selain itu, dia berkata akan membangun kembali komitmen karya-kekarayaan sebagai doktrin partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo berkata dirinya sudah menjalin komunikasi dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar se-Indonesia. Bahkan, dia mengklaim telah mendapat dukungan tertulis sebanyak 318 suara.
Hal itu, tambah dia, terjadi pada saat dirinya menjabat sebagai pimpinan DPR dan sempat maju pada Munas sebelumnya. Namun, meski saat ini sistem dukungan tertulis sudah tidak berlaku, dia tetap merasa yakin telah didukung Golkar di daerah.
Priyo juga menyatakan siap kalah dalam kontestasi Munaslub. Meski demikian, Priyo tetap yakin dan optimis dapat menjadi ketua umum berikutnya.
"Insya Allah tanda-tanda kesana saya sudah liat. Tapi semua saya kembalikan kepada pemilik suara dan Tuhan," ucap Priyo.
Pelaksanaan Munaslub Partai Golkar yang sedianya dijadwalkan 7-9 Mei, diundur karena surat keputusan kepengurusan Munas Bali belum dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM.
Munaslub akan diselenggarakan pada 17-21 Mei 2016 yang bertempat di Bali, dan diawali dengan Pra-Munaslub pada 16 Mei. (pit)