Belasan eskavator digunakan untuk mengangkut puing bongkaran di kawasan yang berseberangan dengan Kampung Luar Batang itu. Tak ada lagi aktivitas warga yang menjajakan ikan segar atau sekadar camilan.
Kampung Akuarium menjadi salah satu kawasan kumuh selain Pasar Ikan dan Luar Batang yang berbatasan langsung dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. Bukan tanpa alasan kampung ini kemudian diberi nama Akuarium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak bertahan lama, asrama polisi ini pun dibiarkan kosong. Beberapa rumahnya bahkan dijual bagi para pendatang dari luar Jakarta. "Baru tahun '80-an warga mulai datang dan tinggal. Dari situ kemudian banyak pendatang sampai dibongkar seperti sekarang," kata Pujawati.
Meski tinggal di Luar Batang, perempuan berusia 60 tahun ini mengaku kerap bermain di kompleks tersebut sejak kecil. Ketika beranjak remaja, tempat penelitian itu terbengkalai dan berubah wujud menjadi tempat tinggal.
"Dulu lingkungan itu bersih, banyak pohon, ada patung kuda juga. Orang suka duduk-duduk buat lihat ikan, tapi setelah banyak pendatang itu jadi kumuh," tuturnya.
Warga pendatang ini, kata Pujawati, memiliki beragam profesi. Tak hanya nelayan, mereka umumnya juga bekerja sebagai buruh pabrik maupun kuli pelabuhan.
Sebagian besar warga juga berjualan makanan di Pasar Ikan. Namun usai digusur, warga berbondong-bondong memindahkan dagangan ke beberapa gang di Kampung Luar Batang.
"Senang enggak senang sih kawasannya mau diperbaiki, biar balik lagi kayak dulu. Pemerintah pasti lebih tahulah yang baik buat warganya," ucapnya. (rdk)