Hingga saat ini tercatat sudah 14 orang anak buah gembong teroris Santoso ditangkap petugas yang tergabung dalam Operasi Tinombala.
Dua orang anak buah Santoso yang tertangkap tadi siang adalah I dan F. I bergabung dengan Santoso sejak 2013, sementara F bergabung 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto, penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.30 di sekitar Poso pesisir. Mereka ditangkap tanpa perlawanan saat mencari makan di pemukiman warga di Desa Padalembara.
Bubuk itu diduga merupakan bahan peledak. I dan F juga membawa dua pisau kecil, satu parang, satu senter, charger ponsel, baterai, semuanya di dalam satu tas ransel.
Keduanya diinterogasi di salah satu ruang laborotorium lapangan oleh tim Operasi Tinombala dari Polri dan TNI. I dan F tidak termasuk 10 dari 14 anak buah Santoso yang tewas karena melawan saat ditangkap.
Sebelumnya Polda Sulteng mengumumkan 31 nama buronan, termasuk Santoso yang jadi pimpinan kelompok bersenjata di Pegunungan Biru, Poso. Nama-nama tersebut termasuk tiga orang wanita yang merupakan istri Santoso dan dua istri tangan kanannya, Basri dan Ali Kalora. (rsa)