Salah satu bentuk teror yang diterima Siane salah satunya adalah rumahnya didatangi aparat pada malam hari. “Satpam kompleks saya didatangi orang yang menanyakan kegiatan suaminya dan keluarganya,” kata Siane kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/4).
Bentuk lain teror terhadap Siane adalah teriakan orang saat subuh di depan rumah. “Tidak jelas apa yang diteriakkan. Tapi pas dilihat orangnya sudah lari. Kejadiannya subuh dua hari lalu,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk teror lain yang diterima Siane adalah surat kaleng yang menurutnya menyudutkan nama Komnas HAM, Muhammadiyah, dan TNI. Ia menilai ada pihak-pihak yang secara sistematis menghalangi autopsi Siyono dengan berbagai cara dengan menghalalkan segala cara.
Adapun tim Advokasi Kemanusiaan keluarga terduga teroris Suyono dari PP Muhammadiyah mendorong kasus meninggalnya Siyono segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Ketua Tim Advokasi Kemanusiaan dari PP Muhammadiyah Trisno Raharjo di Kantor Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rabu (13/4), mengatakan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik sudah cukup menjadi bukti kuat adanya potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia.
"Untuk penegakan hukumnya jangan lagi di tahap penyelidikan, namun ditingkatkan ke penyidikan," kata Trisno.
Hasil autopsi forensik terhadap jasad Siyono oleh sembilan dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia cabang Jawa Tengah dan satu dokter forensik dari Polda Jawa Tengah antara lain menyimpulkan kematian Siyono akibat tulang dada yang patah ke arah jantung.
Menurut Trisno tidak ada lagi alasan bagi pihak mana pun meragukan aspek legalitas surat hasil autopsi forensik tersebut. Surat hasil autopsi itu, menurut dia, sudah cukup menjadi bahan untuk diproses ke pengadilan. (bag)