Any mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan. “Kami belum menetapkan adanya tersangka dalam kejadian ini. Proses penyelidikan sedang dilakukan jajaran Polres Sleman didukung Polda DIY,” kata Any kepada CNNIndonesia.com.
Insiden nahas itu bermula ketika korban Didin Bolawen dilempar mercon bantingan oleh orang tidak dikenal pada pukul 14.20 WIB di Jalan Kebon Agung Mlati, Sleman. Akibat kejadian tersebut kata Any korban langsung meninggal di tempat kejadian. “Korban Didin menderita luka di leher. Korban merupakan warga Tlogoadi Mlati Sleman,” ujar Any.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengutuk perbuatan biadab dari teroris tidak bertanggung jawab yang telah melempar bom molotov kepada pejuang partai," kata Djan.
Dia juga berkata, aksi teror seperti itu tidak akan menyurutkan semangat memperjuangkan hak PPP Muktamar Jakarta. Lebih lanjut, Djan pun mengimbau agar kader PPP tidak melakukan aksi balasan. Dia meminta agar kader dan fungsionaris partai seluruh Indonesia, mendoakan korban yang timbul akibat aksi teror ini.
"Kami mengimbau agar semua kader tetap tenang dan jangan melakukan pembalasan yang bersifat anarkis dan kekerasan," ujar dia.
Kegiatan tabligh akbar ini, kata Djan, dihadiri ribuan orang yang memadati lokasi. Setelah berakhirnya acara, terdapat seorang oknum yang ditengarai sengaja melempar bom molotov kepada iring-iringan laskar yang hendak beranjak pulang.
Djan memaparkan, bom molotov tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat. Saat ini, kata dia, korban luka berat sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Sardjito Yogyakarta karena mengalami luka bakar di bagian punggung. (bag)