"BPBD masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan," kata Sutopo lewat keterangan tertulis yang diterima Antara.
Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumah dan sebagian masih di luar untuk berjaga dari segala kemungkinan gempa susulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPBD Kabupaten Alor telah melaporkan ke Posko BNPB bahwa gempa terasa kuat selama 3-5 detik.
Banjir terjadi akibat curah hujan yang berintensitas tinggi sehingga menyebabkan sejumlah anak sungai meluap. Empat rumah rusak berat dan puluhan rumah terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang yang membawa batu dan lumpur.
Banjir bandang juga terjadi di Kota Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (16/4) hingga Minggu akibat luapan Sungai Aur.
Ratusan rumah di Kelurahan Pasar II, Pasar III dan Air Lintang, Muaraenim terendam banjir. BPBD Muara Enim masih melakukan pendataan dan penanganan darurat. Tidak ada korban jiwa dan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Di tempat lain, puting beliung menerjang Desa Kerasian, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (16/4) pukul 14.30 WIB. Hujan disertai puting beliung menyebabkan tiga orang luka ringan akibat terkena bangunan roboh.
Sebanyak 20 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang. BPBD Kota Baru telah berada di lokasi untuk memberikan bantuan, pendataan dan perbaikan rumah.
"Beragamnya bencana menunjukkan bahwa Indonesia rawan bencana. Kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana masih perlu ditingkatkan agar korban jiwa dapat dikurangi. Perlu dukungan semua pihak dalam penanggulangan bencana. Sebab bencana adalah urusan bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha," kata Sutopo. (antara)