Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto, Hary mangkir tanpa keterangan sama sekali. Penyidik pun akhirnya hanya memeriksa staf pembukuan PT. Djaja Nusantara Komunikasi (DNK) Iswatie dalam penyidikan kasus PT. Mobile-8 Telecom kali ini.
"Hary Djaja tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan. Sementara Iswatie sudah diperiksa dan datang pada pukul 09.20 WIB tadi," ujar Amir di Kejagung, Jakarta, Senin (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik disebut memeriksa ia untuk mengetahui ada atau tidaknya penerimaan dana sebesar Rp80 miliar kepada PT. Djaja Nusantara Komunikasi dari perusahaan eks milik Hary Tanoe tersebut.
Permohonan restitusi pun dikabulkan Kantor Pelayanan Pajak Masuk Bursa pada 2009. Namun, belakangan diketahui bahwa restitusi tersebut dikabulkan tanpa melalui prosedur yang legal oleh Kejagung.
Hingga saat ini Kejagung belum menentukan satu pun tersangka dalam perkara tersebut. Namun, status pencegahan untuk bepergian ke luar negeri telah diberikan Kejagung pada Hary Djaja sejak Januari lalu.
"Mesti ada kepentingannya, maka penyidik minta untuk dicegah. Baru satu orang yang dicegah, Harry Djaja itu," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Fadil Zumhana. (agk)