"Ke depan motor dilarang karena jumlah motor lebih banyak. Target mulai tahun ini karena ada ERP (Electronic Ricing Price) dan tidak dikenakan ke motor," kata Ahok ketika ditemui usai meresmikan taman publik di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/4).
ERP atau sistem jalan berbayar akan diterapkan bagi setiap mobil dan kendaraan roda empat yang melaju di jantung kota Jakarta. Tarif berkisar dari Rp20.000 hingga Rp40.000 akan diterapkan jika mobil melewati gerbang mesin ERP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk satu bus kecil mengurangi motor sebanyak 100an. Uang ERP itu nanti kami subsidi ke bus," katanya.
"Tunggu selesai ujicoba penghapusan 3 in 1 trus kami mau uji coba bus kami berapa banyak karena motor kan bisa masuk dari belakang. Lalu busnya harus banyak," katanya.
Uji coba ini juga akan dilakukan meski proyek Mass Raid Transit (MRT) belum steril di kawasan Sudirman. Proyek MRT memakan hampir separuh badan jalan di kawasan Sudirman.
"Kalau MRT itu steril, bisa tiap 30 detik satu bus. Belum lagi kami mau tambah bus yang di jalur lambat," katanya.
Selain menambah jumlah bus, Ahok juga akan memperlebar jalan untuk para pejalan kaki. Rencananya, trotoar di sepanjang Jalan Sudirman akan berukuran 9 hingga 10 meter. Untuk mengeksekusi rencana ini, Ahok mengaku tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertamanan setempat. (bag)