"Ini jujur saya sampaikan kepada para peserta seminar yang bisa mengambil langkah stategis ke depan, Alutsita saat ini yang kita miliki tidak sebanding dengan luas wilayah yang diawasi," kata Agus di hadapan ratusan peserta seminar di Persada Executive Club Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (25/4).
Pada aspek penindakan, kata Agus, TNI Angkatan Udara masih mengedepankan unsur pesawat tempur. Sementara, dalam pengamanan pada sisi illegal fishing, illegal logging, trafficking, imigran gelap, diperlukan satu alutsista yang bisa menjangkau secara cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kemampuan sekarang ini alutsista angkatan udara bisa enggak mendukung atau mewujudkan poros maritim dunia ini?" kata Agus.
Acara yang diadakan selama dua hari ini mengambil tema "Meningkatkan Peran TNI Angkatan Udara Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia". Seminar hari ini dihadiri 200 orang yang terdiri dari unsur TNI/Polri, lembaga negara dan pemerintah, serta organisasi kemasyarakatan.
Seminar kali ini sebagai rangkaian acara Bulan Dirgantara dalam memperingati Ulang Tahun ke 70 TNI AU. Sebelumnya telah diadakan kegiatan yang berkaitan dengan kedirgantaraan seperti pameran alutsista dan demo terjun payung dari Paskhas TNI AU. (bag)