"Informasi yang kami dapat sebetulnya yang bersangkutan ada lima orang. Yang empat melarikan diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Lihat juga:Baku Tembak Tewaskan Anggota Teroris Santoso |
Satu orang anggota kelompok tersebut ditembak petugas karena berusaha menyerang petugas menggunakan senjata tajam.
Jenazahnya kini diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Hasil proses ini, kata Agus, bisa didapatkan dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena peristiwanya malam hari mungkin teman-teman Satgas kesulitan melakukan proses pengejaran atau penangkapan lebih lanjut," kata Agus.
Dari kejadian itu, polisi menemukan barang bukti sebuah bom lontong, sebuah parang dan beberapa perlengkapan bertahan hidup.
Merasa curiga, petugas bernama Brigadir Ardi itu kemudian mengajak anggota piket bernama Brigadir Warno untuk mengecek orang tersebut.
"Ketika dihampiri serentak orang tersebut mencabut parangnya dan berteriak 'Allahu Akbar' dan merogoh tasnya," kata Badrodin. (sur)