Persoalan Papua, kata Luhut, akan ditangani secara menyeluruh sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. “Dana untuk Papua itu Rp160 triliun,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil berkata, pembangunan Papua akan dilakukan dengan pendekatan tematik dan terintegrasi dengan wilayah adat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini uang yang ditransfer ke Papua luar biasa besar tetapi tidak memberi manfaat optimal," ujar Sofyan.
Sebelumnya, pakar politik-militer Universitas Hasanuddin, Mulyadi, mengatakan pembangunan fisik di Papua saja tak cukup. Pemerintah RI menurutnya perlu juga membangun pendekatan psikologi politik dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua.
"Sekalipun pemerintah ganti Koteka dengan emas, ancaman akan tetap ada kalau pendekatan pemerintah adalah Indonesia akui Papua bagian dari mereka, bukannya Papua akui Indonesia adalah mereka," ujar Mulyadi beberapa waktu lalu.
Ia menekankan, pendekatan kultural menjadi salah satu kunci agar nasionalisme bisa muncul dari warga Papua, dan persoalan psikologi politik dalam diri rakyat Papua seperti merasa dianaktirikan, disepelekan, dan tidak dihargai, bisa dihilangkan. (agk)