Koordinator lapangan Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) Marleni mengatakan, ada perubahan rute aksi dari agenda semula. Awalnya massa aksi akan membuka peringatan May Day di Jakarta dari Bundaran HI menuju Istana Negara. Namun aksi jalan kaki atau longmarch dibatalkan.
"Kami dilarang aksi di HI, karena dari kepolisian meminta agar kami tidak menggelar aksi di Bundaran HI, ada Pergub car free day untuk masyarakat Jakarta," ujar Marleni saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak sebelas bus mengangkut massa FSPASI sekira 650 orang. Mereka datang dari daerah Bogor, Bekasi, dan Jakarta sejak pukul 07.30 WIB.
Setelah menggelar aksi di Istana, pada siang harinya, rencananya mereka melanjutkan perayaan May Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Di sana, mereka akan ikut mendeklarasikan organisasi embrio partai politik yang digagas oleh kaum buruh.
Dalam aksinya, mereka menuntut tiga hal utama. Pertama, penghapusan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kedua, pemerintah diminta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis buruh yang melakukan protes atas kebijakan. Ketiga, pemerintah dituntut segera menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing.
(eno)