Menurut salah seorang negosiator Kivlan Zein, memang uang tebusan sudah disiapkan perusahaan pemilik kapal di mana para WNI bekerja menjadi anak buah kapal.
"Uang itu dibawa oleh Budiman namun tidak diserahkan. Uang itu akhirnya dibawa pulang kembali," kata Kivlan seperti diberitakan Detikcom.
Budiman menurut Kivlan adalah salah seorang utusan perusahaan pemilik kapal tersebut. Uang tebusan disiapkan untuk mengantisipasi kelompok Abu Sayyaf berubah pikiran. Namun negosiasi berjalan mulus dan 10 WNI akhirnya bisa dipulangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nur Misuari terlibat (pembebasan). Dia adalah teman saya," kata bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini.
Ia mengaku kenal dengan Misuari sejak bertugas menjadi pasukan perdamaian di Filipinan Selatan pada 1995.
Setelah dibebaskan, para sendera sempat dijamu di rumah Gubernur Sulu sebelum diterbangkan ke Indonesia. Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, para sendera ini segera dibawa ke Rumah Sakit Gatot Subroto. (sur)