"Kalau ada berhenti, saya senang," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (2/5).
Banyaknya pegawai di Pemprov DKI Jakarta menurut Ahok membuat pegawai muda meski berpotensi tak bisa menduduki jabatan struktural. Sementara menunggu pejabat lama untuk pensiun dulu, butuh waktu.
Terlebih Undang-undang Aparat Sipil Negara saat ini masa bhakti PNS bertambah dua tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengatakan, sejak dulu dia sudah memberikan imbauan, jika sudah tak mau lagi mengabdi untuk DKI Jakarta, maka lebih baik mengalah pada PNS yang lebih muda. "Yang baik jadi punya kesempatan karena jabatan struktural terbatas," ujar Ahok.
Lihat juga:Ahok Perintahkan PNS Fiktif Kembalikan Gaji |
Sebelum mundur Rustam sempat disebut Ahok tak bisa mengatasi banjir di wilayahnya. Rustam juga disindir Ahok sebagai pejabat yang suka bermain golf dan membentuk geng golf dengan pejabat DKI Jakarta yang lain.
Ahok sendiri mengaku, sejak memimpin Jakarta baik menjadi Wakil Gubernur ataupun menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo, sudah beberapa anak buahnya yang mundur.
Sebelum Rustam, pejabat DKI Jakarta yang mengundurkan diri adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Haris Pindratno, dan Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Sri Margianto, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Novizal, Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan, dan mantan Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin. (sur)