"Saya tidak berminat melaporkannya ke polisi. Saya maafkan sajalah pelakunya," kata Yusril dalam keterangan tertulis, kemarin malam.
Yusril yang menjadi pengacara warga tak menganggap hal tersebut sebagai teror mental atau sejenisnya. Dia menilai orang yang menuangkan cat ke mobilnya itu belum dewasa dalam berdemokrasi, sehingga dia menggunakan cara-cara itu untuk mengekspresikan perbedaan pendapat dan kepentingannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT