Berdasarkan pantauan Antara, ratusan pengemudi asal Cianjur dengan tujuan Bogor dan Jakarta memilih kembali karena terjebak oleh sistem satu arah hingga lima jam di kawasan Puncak.
"Kami mau menghadiri acara pernikahan saudara di Jakarta, meskipun sudah berangkat sejak pagi, sampai pukul 2 siang, masih terjebak di jalur Puncak. Akhirnya kami memilih pulang kembali ke rumah di Kelurahan Solok Pandan, Cianjur," kata Aria (45) pengendara asal Cianjur saat ditemui di Kawasan Puncak, Kamis (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menjelang malam antrian kendaraan terlihat di sejumlah titik rawan kemacetan di jalur Puncak hingga Cipanas, seperti pertigaan Hanjawar, Kebun Raya Cibodas, Pasar Cipanas dan Jalan Raya Pasekon.
Ratusan petugas kepolisian terlihat kewalahan untuk melakukan sejumlah rekayasa arus dengan mengarahkan pengguna jalan mengunakan jalur alternatif.
"Sejak pagi hingga malam menjelang, volume kendaraan yang memasuki kawasan Puncak-Cipanas, terus meningkat, kami perkirakan volume kendaraan akan terus bertambah hingga malam minggu," kata seorang petugas Lantas di Pertigaan Hanjawar.
Ia menjelaskan, sejumlah jalur alternatif di jalur tersebut, mengalami hal yang sama meskipun pihaknya telah melakukan sejumlah rekayasa arus. Menurutnya, sebagian besar pendatang memadati jalur tersebut dengan tujuan hotel, vila dan tempat wisata yang terdapat disejumlah jalur alternatif seperti Hajawar-Pacet, Balakang-Sukaresmi dan Pacet-Sukaresmi tembus Hanjawar.
"Sistim buka tutup satu arah belum bisa mengatasi kepadatan arus, sehingga penyekatan dilakukan disejumlah titik untuk menghindari macet total. Kami mengimbau penguna jalan untuk tertib lalulintas dan antri karena volume kendaraan padat hingga malam," katanya. (antara/ags)