"Enggak ada konfirmasi di awal, tiba-tiba disuruh bayar. Kalau tidak bayar tidak boleh tanda tangan (daftar hadir)," kata Hasniati Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyayangkan partai sekelas PDIP meminta pembayaran di awal sebagai biaya mendaftar fit and proper test. Apalagi, namanya akan otomatis gugur jika tidak membayar secara tunai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan, biaya Rp5 juta sebagai syarat pendaftaran merupakan bentuk gotong royong dari para kandidat. Dia membantah mengambil untung dari biaya tersebut.
Hasto menuturkan, partainya melibatkan ahli psikolog untuk melihat aspek leadership, personality dan kemampuan menyelesaikan masalah dari para kandidat
"Kalau memang baik dia punya potensi pasti dibantu. Kami menghormati kepada siapapun yang mengundurkan diri," ucapnya.
Dalam fit and proper test ini, ada 32 orang yang akan mendaftar dari luar partai politik, sedangkan ada dua kader yang diusulkan PDIP. (bag)