Anies memaparkan, pada 2015, dari total 28.914 SMA/sederajat yang mengikuti penyelenggaran UN, sebanyak 35 persen di antaranya mendapatkan IIUN lebih dari 70 persen dari skala integritas 0 sampai 100 persen. Saat itu, terdapat 1 persen sekolah SMA di seluruh Indonesia yang menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sehingga tidak mengikuti uji IIUN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kenaikan IIUN tahun ini, Anies berpendapat bahwa upaya negara untuk mendorong faktor integritas dalam pelaksanaan UN menunjukkan indikasi keberhasilan. Munculnya IIUN ini, katanya, mempengaruhi perilaku sekolah, dalam hal ini siswa, guru, kepala sekolah, sampai aparat pendidikan di beberapa daerah dalam penyelenggaraan UN.
"IIUN tidak mengukur kejujuran sekolah, tapi mendorong sekolah untuk jujur dan berintegritas dalam Ujian Nasional," katanya.
Yogyakarta Paling Berintegritas
Anies menyebutkan, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi dengan IIUN rata-rata paling unggul, yakni dengan capaian 78, 21 persen untuk fokus studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan 78,36 persen untuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara Bangka Belitung menempati posisi kedua, dengan IIUN sebesar 76,82 persen untuk fokus studi IPS dan 76,69 persen untuk IPA.
Sedangkan DKI Jakarta sendiri menempati posisi ketiga dalam fokus studi IPS, dengan capaian 76,02 persen, meningkat 4,88 persen dari tahun lalu. Untuk fokus studi IPA, ibukota berada di peringkat ke-5 dengan IIUN sebesar 73,18 persen atau turun 4,14 persen dari tahun lalu.
Sementara itu, terdapat daerah-daerah yang mengalami peningkatan persentase IIUN rata-rata yang signifikan. Untuk fokus studi IPS, Sumatra Selatan menempati posisi pertama dengan peningkatan nilai indeks dari 52,73 persen tahun lalu, naik menjadi 65,09 persen pada tahun ini atau mengalami kenaikan sebesar 12,36 persen. Untuk fokus studi IPA, Aceh memuncaki peringkat dengan kenaikan sebanyak 12,32 persen, yakni dari 47,58 persen pada tahun lalu menjadi 59,90 persen pada 2016.
"Saya sering menyebutkan soal pentingnya membangun ekosistem pendidikan. Ada daerah-daerah yang ekosistem pendidikannya sudah tumbuh dengan baik dan interaksi pendidikannya juga sudah baik. Yogyakarta memang tinggi," ujar Anies kala diminta tanggapan terkait kemampuan Yogyakarta mempertahankan nilai tertingginya. (den)