Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Ratna Yunita mengatakan, aksi menulis surat untuk presiden merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei 2016 mendatang.
Menurut Ratna, aksi tulis surat ini merupakan bentuk dukungan Dinas Kesehatan dalam rangka penyuluhan hidup sehat, serta mendorong upaya pengendalian penyebaran tembakau dan rokok di kota Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor Nia Nurkania, sudah saatnya masyarakat menekan tingkat konsumsi rokok dan sadar akan bahaya rokok sebagai salah satu pemicu penyakit degeneratif nomor satu yang mengakibatkan kematian.
Selain itu, dampak dari asap rokok tidak hanya mencemari kesehatan penggunanya atau perokok aktif, tapi juga memberi dampak yang buruk bagi kesehatan para perokok pasif.
"jumlah perokok Indonesia sekitar 62 juta jiwa. Lebih dari 150 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum dan lingkungannya," imbuh Nia.
Lebih lanjut, surat tersebut akan dikumpulkan bersama surat-surat dari kota lainnya untuk dikirimkan langsung kepada Presiden Joko Widodo pada 29 Mei mendatang.
"Surat untuk presiden dari Kota Bogor ini ditulis oleh warga di secarik kertas, isi surat bebas, pesan utamanya untuk membebaskan Indonesia dari iklan rokok dan asap rokok," tambah Nia. (bir)