"Masa secara akademis orang enggak boleh mengkaji, nanti lama-lama jadi bodoh," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (20/5).
Menurut Luhut, kajian marxisme, leninisme dan komunisme justru akan membuat masyarakat memahami intisari ketiga ideologi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak begitu, masyarakat enggak tahu komunis itu yang mana, tiba-tiba dia masuk ke Indonesia. Harus ada yang eksper komunis dong," katanya.
Dalam konteks ketahanan nasional, Luhut menyebut komunis gagal menjadi ideologi yang menghadirkan kesejahteraan. "Komunis mana sih yang sukses? Bahwa itu bahaya laten, yes. Tapi harus bisa mencari ekuilibriumnya," ujarnya.
"Saya kira itu tidak produktif. Jangan eksesif," kata Luhut.
Lihat juga:Kapolri Larang Anak Buahnya Sita Buku Kiri |