Saat ini semua korban berada berada di Rumah Sakit Efarina Etaham Kabanjahe, Berastagi, Kabupaten Karo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya.
Desa Gamber berada pada radius empat kilometer di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menyatakan di Desa Gamber tidak boleh terdapat aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi. PVMBG, sejak akhir Oktober 2014, telah meminta agar masyarakat di Desa Gamber di relokasi.
Kepala BNPB Willem Rampangilei, telah menginstruksikan kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana agar segera mengambil langkah-langkah yang cepat untuk mengosongkan zona merah. Dia meminta agar aparat lebih tegas melarang masyarakat menerobos zona merah. Sebab, menurutnya, ancaman Gunung Sinabung bukan hanya letusan disertai awan panas, tetapi juga banjir lahar dingin.
Saat ini, aktivitas vulkanik di Gunung Sinabung masih tetap tinggi dan potensi letusan susulan dengan luncuran awan panas berpeluang terjadi di sisi timur, tenggara dan selatan. Awan panas tersebut merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan dapat di atas 100 kilometer per jam.
Sementara itu, Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat.
Berikut nama korban yang meninggal akibat awan panas Gunung Sinabung:
1. Karman Milala (60).
2. Irwansyah Sembiring (17).
3. Nantin Br. Sitepu (54).
4. Leo Perangin-angin.
5. Ngulik Ginting.
6. Ersada Ginting (55).
Sementara, tiga orang terluka dalam bencana ini, yakni:
1. Brahim Sembiring (57).
2. Cahaya Sembiring (75).
3. Cahaya br Tarigan (45).