Pada 8 Mei misalnya, tim VJIT mengunjungi desa Ruteng Pu`u, salah satu desa tertua, yang terletak di Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka menyaksikan Compang, berupa batu berundak tempat meletakkan persembahan.
Batu ini terletak di tengah-tengah kampung sebagai pusatnya pelaksanaan upacara Penti. Ini adalah upacara yang menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan Sang Pencipta dan kepada arwah nenek moyang atas segala hasil jerih payah yang telah diperoleh dan dinikmati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tempat lainnya adalah kampung adat berusia ratusan tahun di Lembah Jerebu’u, di bawah kaki gunung berapi Inerie. Rumah pengasingan mantan Presiden Soekarno di Ende, Danau Tiga Warna Kelimutu, Pantai Koka, Gunung Api Egon, Gunung Ile Boleng, Pantai Mali, dan Pantai Batu Putih.
Total yang telah ditempuh oleh tim untuk perjalanan di minggu kedua ini kurang lebih 800 kilometer, yaitu jarak antara Ruteng, NTT dan berakhir di Alor, NTT.
Kegiatan Viar Jelajah Indonesia Timur guna mengekplorasi keindahan alam dan budaya di wilayah Indonesia timur sekaligus untuk membuktikan ketangguhan trail Viar CrossX200GT, dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei 2016 dan akan berakhir pada tanggal 30 Mei 2016.
Cerita harian perjalanan dari tim Viar Jelajah Indonesia Timur, dapat diakses melalui www.viarjelajahindonesia.viarmotor.com.