Gubernur yang biasa disapa Ahok itu yakin perusahaan itu bisa memberikan kualitas cat terbaik untuk merevitalisasi Kota Tua sehingga tak perlu dianggarkan dalam APBD.
Lihat juga:Menjelajahi Masa Lalu di Kota Tua Jakarta |
"Kalau kami lelang, menghabiskan uang banyak, belum tentu kami dapat cat yang terbaik. Bisa saja enam bulan, dua tahun, catnya sudah hancur," kata Ahok usai acara simbolis pengecatan tanda dimulainya revitalisasi Kota Tua, di Museum Fatahillah Rabu (25/5).
Warna cerah dan cat berpori dipilih untuk pengecatan kembali bangunan Kota Tua. Perusahaan mengklaim cat yang digunakan bisa bertahan hingga tujuh tahun. Pori-pori yang ada di cat berfungsi menjaga kualitas material bangunan gedung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menghidupkan Kembali Kota Tua |
Tahap pertama pengecatan dimulai dari Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Jembatan Kota Intan. Selanjutnya, tahap kedua pengecatan akan dilakukan di Museum Bahari dan Museum Wayang. Bekas kaleng cat nantinya juga akan dimanfaatkan menjadi tempat sampah yang disebar dibeberapa lokasi di kota Tua.
Pengecatan juga akan merambah sarana-sarana umum disekitar Kota Tua seperti halte TransJakarta, jembatan penyeberangan, jembatan layang serta under pass.
"Mengecat ulang Kota Tua merupakan langkah penting untuk menjaga potensi warisan budaya yang mungkin akan masuk ke situs warisan budaya dunia UNESCO," Jun de Bios.
Saat ini, Kawasan Kota Tua Jakarta masuk dalam daftar sementara (Tentative List) situs warisan dunia UNESCO, yang berarti tinggal tinggal selangkah lagi menuju ditetapkannya Kota Tua Jakarta sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2017. (sur)