Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan, terdapat ratusan unit tank serupa yang belum dikirim ke Indonesia. Menurutnya, sisa tank yang dipesan itu masih dalam proses pengiriman.
"Sekarang ada sekitar 50 unit, masih kurang 100 lagi," kata Mulyono di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan tetap tambah, tapi lokasi akan kami kaji kembali. Namun yang jelas sekarang (50 tank) sudah kami pusatkan dulu di Bataliyon Kaveleri Kostrad," ujar Mulyono.
"Sekarang ini masih dalam pemeliharaan mereka, jadi kalau kami gunakan terjadi apa-apa masih kepada mereka, karena secara penuh belum diserahkan kepada kami," katanya.
"Leopard ini, untuk perawatannya pun nanti Pindad dilibatkan. Untuk upgrade Pindad juga dilibatkan. Juga untuk pengadaan yang lain, Avibras, Arhanud, rudalnya," kata Silmy.
Dia menambahkan, PT Pindad akan terus memproduksi alutsista terbaik untuk keperluan TNI. Bahkan industri pembuatan produk militer ini akan membuat tank sendiri.
"Target (produksi tank) tentu ada tapi tentu bertahap sesuai dengan yang menjadi Renstra TNI dan Renstra industri pertahanan yang sudah digariskan oleh Kementerian Pertahanan," ujarnya.