"Jangan main tuduh, jangan asal ngomong, buktinya mana? BKD salah di mana?" kata Gubernur yang biasa disapa Ahok ini saat menerima perwakilan guru bantu di Balai Kota Jakarta.
Ahok mengaku tak ragu memberhentikan anak buahnya jika memang berbuat macam-macam. Karena harus ada bukti kuat jika menuduh seorang pejabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala BKD Agus Suradika ketika dihubungi CNNIndonesia.com mengatakan, guru bantu yang tak lolos tersebut memang tak memenuhi syarat berdasarkan verifikasi oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Salah satu syarat yang tidak bisa dipenuhi adalah ijazah. Ijazah mereka menurut Agus dipertanyakan keabsahannya. "Mereka itu jadi guru bantu tahun 2003, 2006 misalnya, mendapatkan ijazah S1 pada tahun 2011," kata Agus.
Koordinator guru bantu, Fauzi mengatakan, para guru ini merasa diperlakukan tidak adil. Pasalnya, rekan mereka yang juga berasal dari universitas yang sama dapat mengikuti tes berbasis komputer itu. "4.800 itu ada yang sama ijazahnya, satu kampus, satu sekolah, satu kelas," ujar Fauzi.
Sementara itu Ahok mengatakan sudah mengajukan surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk meminta persetujuan agar pelaksaan tes CPNS bagi guru bantu kembali digelar.
Ahok menyebut keberadaan kuota untuk PNS yang terbatas membuat pengangkatan guru bantu harus dilakukan secara bertahap.
"Kebijakan kami jelas, guru bantu mau diterima. Kami itu mau berkeadilan," kata Ahok.
Namun Ahok berharap para guru bantu tersebut jujur dengan tidak mudah melontarkan tudingan secara sembarangan. "Kalau anda seperti begitu, saya takut terima CPNS. Mentalnya bukan mau kerja, mentalnya politik," kata Ahok. (sur)