"Kami akan tingkatkan jumlah sekolah yang terapkan kurikulum tahun 2013, dari 19 persen menjadi 44 persen," ujar Tjipto di Jakarta, Selasa (31/5).
Menurut Tjipto, sejauh ini dari 208 ribu jumlah sekolah di Indonesia, sekitar 52 ribu di antaranya telah menerapkan Kurikulum tahun 2013. Dengan target baru, diharapkan ada peningkatan secara signifikan jumlah sekolah di Indonesia yang menerapkan Kurikulum 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan tuntutan di era globalisasi, bahwa tingkat kompetisi pendidikan masyarakat tidak hanya sebatas kompetisi antardaerah, tapi juga kompetisi dunia pendidikan secara global.
"Tuntutan pelajaran berbasis abad ke-21 kan koperarif, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif. Sehingga kurikulum pembelajaran harus bisa memenuhi keempat aspek itu dengan cara melakukan perubahan," kata Tjipto.
"Kurikulum terus berkembang, jadi jangan panik kalo ada perubahan kurikulum," tambah Tjipto.
Sesuai rancangan sistem pengawasan dan evaluasi, Kurikulum 2013 ini terbuka bagi berbagai tinjauan dan penyesuaian sehingga kurikulum ini menjadi kurikulum 'terbuka' yang flekaibel dalam merespon perubahan-perubahan yang diperlukan dalam hal pendidikan dari waktu ke waktu.