Firman mengungkapkan, bahwa setiap masing-masing calon ketua umum mengusulkan nama, untuk masuk dalam kepengurusan. Meski, dia mengakui tidak semua nama yang diusulkan dapat masuk ke dalamnya, karena akan membuat gemuk struktur kepengurusan.
"Kami menyadari ada spirit perampingan di tubuh jajaran partai, dan kemudian itu sesuatu yang tidak mudah. Biasanya bengkak sampai 350 nama, kami harus hormati keputusan ini," kata Firman di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting Golkar bersatu melaksanakan tugas partai, dekat ini tugas kedewanan, persiapan Pilkada dan Pemilu 2019," ujar Firman.
Kemarin, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengumumkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat masa bakti 2016-2019. Setya berkata, dalam kepengurusan yang berjumlah 247 orang itu, sebagai hasil rekonsiliasi dan telah mengakomodasi semua pihak pasca Munaslub Golkar 14-17 Mei lalu.
"Walaupun suasana cukup alot, dinamis bahkan menegangkan karena yang kami bicarakan nasib partai tiga tahun ke depan. Dengan semangat kebersamaan, mengutamakan kepentingan partai di atas kelompok, akhirnya dicapai titik temu," kata Setya dalam sambutannya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (30/5).
Setya menyatakan, dalam menyusun komposisi kepengurusan, tim formatur menekankan beberapa prinsip, di antaranya rekonsiliasi dan proporsional. Semua pihak, kata dia, masuk ke dalam kepengurusan, baik pengurus harian, dewan pembina, dewan pakar, dan dewan kehormatan. (pit)