Dhani yang tiba di Gedung KPK sekitar pukul 11.30 WIB ditemani aktivis Ratna Sarumpaet dan sejumlah tokoh lain, bermaksud menggelar aksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Rumah Sakit Sumber Waras.
"Kami mau demo kasus Sumber Waras," kata Dhani di depan Gedung KPK, Kamis (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kan memang demo menganggu lalu lintas. Kapan demo tidak mengganggu lalu lintas? Enggak bisa jadi alasan. Kami cuma mau demo (di gedung) yang isinya ada Komisioner KPK, bukan gedung kosong, bukan juga penyidik," ucap Dhani.
Salah satu petugas keamanan KPK mengatakan, Dhani cs belum berkoordinasi dengan KPK terkait aksi ini sehingga belum mendapat izin.
Pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditengarai merugikan negara. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menyebut pembelian lahan itu merugikan hingga Rp191 miliar. Belakangan ada perubahan nilai kerugian setelah digelar audit investigasi, yakni sebesar Rp173 miliar.
Kerugian terjadi karena perbedaan nilai jual objek pajak (NJOP) tanah di Jalan Kyai Tapa dengan di Jalan Tomang Utara, lokasi RS Sumber Waras. BPK menyebut lahan yang dibeli berada di Jalan Tomang Utara yang NJOP-nya lebih rendah dibanding di Jalan Kyai Tapa. Namun Pemprov DKI Jakarta mengatakan lahan yang dibeli itu benar berada di Jalan Kyai Tapa, bukan Tomang Utara.
Saat ini KPK berencana segera mengeluarkan status atas pembelian lahan RS Sumber Waras tersebut. Menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, penyidik KPK tengah memeriksa kembali hasil penyelidikan untuk menyimpulkan hal tersebut.
"Berdasarkan hasil final check baru bisa diketahui apa ada korupsi atau tidak," ujarnya. (agk)