Kartu Jakarta One merupakan kartu identitas elektronik untuk mengakses berbagai program dan sarana publik di Jakarta. Kartu ini merupakan bentuk elektronifikasi informasi dan transaksi sistem pembayaran. Kartu ini juga mengintegrasikan kartu-kartu yang sudah ada di Jakarta seperti, Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.
"Kartu ini bisa digunakan untuk naik bus. Termasuk untuk parkir bisa pakai satu kartu. Jadi lebih efisien," kata Basuki yang kerap di panggil Ahok saat peluncuran kartu Jakarta One, Kamis (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok optimis kedepannya kartu Jakarta One ini dapat memiliki lebih banyak fungsi. "Nanti kartu Jakarta One bisa juga untuk e-KTP sebenarnya. Semua bisa disimpan. Namanya juga Jumbo Card," ujar Ahok.
Nantinya fungsi kartu Jakarta One akan meluas mencakup transportasi, akses sarana kesehatan, pembayaran pajak dan retribusi pambayaran sarana utilitas seperti listrik, telepon, air minum, gas dan BBM.
Peluncuran prototype Kartu Jakarta One untuk tahun 2016 masih dilakukan secara terbatas untuk masyarakat yang mendapat subsidi seperti penghuni rumah susun.
Kepala Bank Indonesia DKI Jakarta Doni P Joewono mengatakan saat ini sebanyak 1,2 juta kartu Jakarta One siap disebarkan. Menurut Doni, Pemprov Jakarta sudah menyubsidi sebesar Rp3,5 triliun yang berasal dari dana APBD untuk penggunaan kartu Jakarta One. Subsidi bagi masyarakat ini meningkat dari tahun 2014 yang hanya berjumlah Rp200 miliar.
Secara bertahap Kartu Jakarta One dapat berlaku di multibank untuk semua warga Jakarta dan para pendatang untuk menikmati akses terhadap sarana publik di Jakarta.
Doni mengatakan kemungkinan tahun depan kartu Jakarta One sudah dibuka di berbagai bank di Indonesia. "Ini kan perkembangannya pesat nanti di open. Tahun depan," ujar Doni. (pit)