Kepala Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, menyatakan tanggul jebol pada Jumat (3/6) sejak pukul 20.30 WIB. Teguh memaparkan bahwa tanggul jebol akibat air laut pasang yang kelewat tinggi melampaui tanggul. Dari bawah tanggul, air laut juga masuk, sehingga menggerus bawah jembatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi ini dikonfirmasi oleh salah satu petugas piket TMC Polda Metro Jaya Brigadir Imam, saat dihubungi Detikcom. "Iya jebol, saat ini lagi dilakukan pengecekan," ujarnya.
Langkah antisipatif dilakukan agar dampak dari jebolnya tanggul Pantai Mutiara tidak berimbas luas. Aliran listrik dimatikan.
"Kondisi di sepanjang TKP dipadamkan listriknya," kata Kapolres Jakut Kombes Daniel Bolly Tifaona.
Petugas satuan wilayah lalu lintas Jakarta Utara terdiri dari Polres dan Polsek Penjaringan sedang melakukan pengecekan di lokasi.
Polres dan Polsek sudah menyiapkan ban dan pelampung. Patroli juga dilakukan agar dampak masuknya air laut bisa diminamilisir.
"Sampai saat ini masih berupaya untuk ditutup dengan pasir," kata Daniel.
Lalu lintas ke lokasi juga ditutup. Belum diketahui berapa rumah yang tergenang akibat tanggul yang jebol ini.