Ia bermimpi, pada suatu saat nanti seluruh kelompok Islam di Indonesia bisa menggunakan metode yang sama dalam melihat hilal yang dapat diterima semua pihak.
Pemerintah, menurut Lukman, sudah bertahun-tahun menggunakan dua metode dalam melihat hilal, yaitu rukiah dan hisab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjelaskan, alasan pemerintah menggelar sidang isbat secara tertutup tahun ini karena tidak ingin perdebatan yang terjadi antar peserta selama sidang berlangsung menimbulkan polemik di masyarakat.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat K.H. Ma'ruf Amin mengaku bersyukur kedua organisasi masyarakat keagamaan dengan basis pengikut terbesar yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa bersama-sama melaksanakan ibadah puasa mulai esok, Senin (6/6).
“Kami bersyukur tahun ini mulai bersamaan, sehingga tidak perlu disibukkan dengan hiruk pikuk perbedaan. Bahwa masih ada kelompok lain yang belum sama, kami akan mendukung pemerintah menjalin metode yang bisa menggabungkan semua,” kata Ma’ruf. (gen)