"Sewaktu-waktu semburan abu vulkanik Gunung Kerinci bisa mencapai ketinggian yang mengganggu jalur penerbangan. Oleh sebab itu lebih baik menghindari jalur ini," kata Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sumardianto di Padang Aro, Selasa, (7/6) seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan, jalur penerbangan yang melewati gunung setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memang tidak dilarang tetapi lebih baik untuk dihindari sebelum terjadi kejadian yang bisa membahayakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan gempa yang berpusat di Pesisir Selatan Sumatera Barat dengan kekuatan 6,5 Skala Richter pada Kamis lalu, menurut Sumardianto bisa saja mempengaruhi aktivitas Gunung Kerinci sebab sumbernya dekat dengan gunung.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Editorial, meminta agar warga yang bermukim di sekitar Gunung Kerinci untuk tidak resah, namun tetap waspada.
"Saya sudah konfirmasi ke Pos Pengamatan Gunung Kerinci, jika aktivitas gunung masih seperti biasa. Status masih waspada atau level II," kata Editorial.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Kerinci Indra Saputra, menyebutkan bahwa gunung api aktif tertinggi di Sumatera tersebut pada Minggu (5/6) mengeluarkan asap kelabu dengan ketinggian 600-800 meter dari kawah gunung. Untuk aktivitas seismik, Gunung Kerinci masih mengalami tremor dengan aplitudo 0,5-5 milimeter, namun dominan satu milimeter. Kemudian tektonik jauh sebanyak satu kali. (eben)