"Itu kan orang-orang yang setelah bangun pasar, dia pindah lagi ke depan (ke arah laut)," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/6).
Menurt Ahok, mereka enggan menempati rusun dan memilih untuk menyewakan atau menjual rusun tersebut. Warga itu kemudian membuat rumah ke arah bibir pantai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ahok menolak usulan tersebut karena jumlah rusun belum memadai. Ahok meminta warga untuk menempati rusun yang tersedia terlebih dahulu sambil menunggu rusun lainnya selesai dibangun.
Ahok akan melakukan penggusuran dua minggu sebelum lebaran. Dia menilai penggusuran tersebut tak bisa lagi ditunda karena pembuatan tanggul harus segera dilakukan.
"Kalau habis lebaran, kerja enam bulannya enggak selesai. Itu kan kontraktor," ujar Ahok.
Pada Jumat pekan lalu, tanggul di Perumahan Pantai Mutiara jebol. Kejadian itu menyebabkan banjir di kawasan perumahan sekitar pukul 20.30. Dini hari usai jebolnya tanggul itu, ketinggian air di salah satu titik kompleks perumahan itu tercatat mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan, tanggul jebol karena erosi dasar tanggul dan hujan deras.
Di lokasi lain, banjir merendam kawasan Muara Angke akibat pagar pembatas pelabuhan ambruk. Air melimpah menggenangi rumah penduduk. (pit)